Label

Sabtu, 18 Maret 2017

Menunggu lupa


Kau berhak bahagia.
Jatuh cintalah pada siapa saja.
aku akan mencoba tabah sembari menyusun lagi kepingan kepingan yang aku pecahkan sendiri.
Ya.
Begitu.
Mencintai pada akhirnya akan bahagia.
Bahagia dalam luka atau luka dalam bahagia.
Kau berhak hidup meski kedua lenganku menginginkan tubuhmu mati-matian.
Kau berhak pergi meski kedua kakimu aku impikan pulang.
Ini hati, kasih.
Tempat kau menyembunyikan duri yang aku tanam sendiri.
Aku masih setia dengan jarak dan kau masih menghitung waktu.
Menunggu hatiku lupa cara mencintaimu.

-nhnuy

Rabu, 08 Maret 2017

Menjadi serat-serat

aku ingin menjadi penutup kepala yang menutupi malu mu. Rambutmu tak cukup bagus untuk dilihat banyak orang, katamu. Bagiku, semua yang ada padamu adalah hal tanpa cela.

Aku ingin menjadi serat-serat pakaianmu. Dekat dan erat pada pori-porimu.
Melekat pada keringatmu yang belum pernah tersentuh parfum.
Menutupi tubuhmu yang pernah disekap aku.
kuyup dan dingin bersamamu ketika air menjatuhkan diri dari langit yang tak pernah jadi biru sebelum benar-benar melepasnya membasahi bumi.
Aku menyediakan hangat. Melekat sebagai serat, menjagamu dari angin yang jalang.Tak berjarak, kau dekap aku erat-erat hingga lekat.

Aku ingin menjadi segala yang kau butuh.


- Nhnuy 

Tegal 9 Maret 2017


Kamis, 02 Maret 2017

Menjadi sebab yang tidak disebabkan.

Setiap yang jatuh cinta padamu akan menjadi jahat.
Mereka menipu
Bertopeng
Mereka menghalalkan air mata orang lain.

Setiap yang rindu padamu akan mati sia-sia.
Dipecundangi egonya sendiri

Kau candu. Dan mereka belum punya penawarnya.

Semua orang yang jatuh cinta padamu akan menjadi jahat.
Karena Aku.

Rabu, 01 Maret 2017

Mati sekali lagi

Aku ingin menjadi bayangan dan menabrak diri sendiri
Berharap jatuh tepat diatas cermin yang tidak pernah kau gunakan sebagai matamu
Menyerahkan diri retak bersama waktu dan apapun yang menjadi pengabaianmu. Dengan begitu kau menang dan aku mati sekali lagi

Gigil yang kemarin mampir adalah musim abadi yang tidak pernah kenal salam perpisahan
Ia masuk membawa rindu yang jalang, dan menghukum remaja bedebah dalam diriku

Aku tak mampu menjangkau diri sendiri, sedang kau lewat lebih cepat dari hari libur
Butuh lebih banyak luka-luka atau pribadi yang bunuh diri hanya untuk menggapaimu.

-nhnuy

Sabtu, 17 Desember 2016

Melihat kita.

           
Gambar terkait


  Ada seorang petualang dalam dirimu yang sedang terperangkap dan tersesat. Ada seorang penjelajah yang kau sulap dan kau paksa menjadi juru masak untuk melayani laparmu. mereka mati sia-sia tepat di batas antara ketakutanmu dan kemungkinan.
kita hidup pada ruang-ruang penuh kabel, energi yang menjadi populer tiap harinya dan eksistensi sebagai hal wajib. kenyataan menjadi digital dan digital adalah kenyataan. Digital dan kau adalah saudara kembar yang dilahirkan tidak identik. 
           Kau tau bahwa aku tau kau sedang gusar. Aku tau, namun belum paham. Pemahamanku mentok dan tersandung lakumu yang dingin sedingin digital.
semua orang ingin dikenal tapi tak suka bertemu. Hidup jadi semakin cepat secepat kau mengunggah cerita hidupmu yang sebenarnya tidak menarik. Aku adalah penonton setiamu. Cukup setia untuk sesuatu yang tidak menarik. 
          Caramu sering curang, kau mengambil sepotong gambar dari hidupmu yang biasa saja kemudian mantra dan kata merubah orang-orang jadi hilang kesadarannya. Contohnya seperti pada kesadaranku. Kesadaran entah sembunyi dimana. Aku sudah tidak bisa melihat kesadaran orang-orang kecuali pada tulisan para Penyair yang masih peduli isi kepala orang lain.
          Mari, ku ajak kau ke meja kerjaku! Kau harus lihat daftar nama orang-orang yang berpura-pura di hari ini dan hari-hari sebelumnya. Sekalian juga, aku mau menitipkan potongan-potongan pikiran tentang mereka yang aku jumpai di sore tadi. 
          Aku melihat ada yang punya kegelisahan tentang waktu, namun yang aku pikirkan adalah jam pasir dan usiamu. Semua orang akan gelisah pada waktu, kecuali aku saat kau ada.
          Ada yang gelisah dengan duka dan kehilangan. Manusia tidak diprogram untuk tertawa kan? jadi wajar saja. Semua orang punya rahasia di balik air mata, yang menjadi beda adalah caramu menyembunyikannya.
          Aku juga melihat seorang anak kebingungan memilih sesuatu. ada dua eskrim di tangan kanan dan kirinya. Dia bingung mau memakan es yang mana. Kesukaannya dia belum tau. Sedangkan, anak lain tidak peduli. Aku bisikan "makan dua duanya". Kau harus lihat, anak itu masih kebingungan hingga es nya cair dan dia tidak memakan apa-apa.
          Di catatan ku tadi sore, ku jumpai diksi aneh. Aku curiga itu bukan tulisanku. Baunya seperti kenangan yang dicelukan ke tinta amis hasil dari kepanikan cumi-cumi. Tapi aku masih tidak begitu peduli selama dicatatanku masih ada kau dan sedikit potongan-potongan kita.