Label

Jumat, 18 Agustus 2017

Terserah

Banyak sunyi yang ditawarkan semesta.
Pilihanku jatuh pada kesunyian matamu.
Sebab disana ada ketenangan paling liar yang selalu menawarkan diam.
Disana, tempat bersemayam segala rindu yang tidak pernah sampai.
Aku mencintai mu.
Tapi hati mu terlalu sibuk mencintai hal-hal lain.
Aku mencintai mu.
Tapi kata-kata ku tak cukup mampu menembus inti jantungmu.
Aku mencintai mu.
Tapi laku ku tidak pernah cukup mengesankanmu.
Aku mencintai mu.
Tapi hati mu mati
Tapi jiwamu kosong
Tapi pandanganmu tidak pernah untuk aku.
Tidak apa-apa.
Aku mencintai mu.

-nhnuy

Selasa, 08 Agustus 2017

Malam gerhana

Sejam sebelum gerhana bulan parsial itu, bung.
Yang dihidupmu hanya sekedar, yang dihidupku mengeras membatu.
Meski jelas hanya samar, aku ada kemudian menjadi tiada.
Aku bicara pada hampa, apakah kau sengaja?
Kau masih menjadi ketidakmungkinan yang semakin aku semogakan.
"Jangan menyesal!"kataku.
Sebab jika kau barangkali lupa.
Ku ingatkan, aku masih yang pertama.

-nhnuy

Sabtu, 24 Juni 2017

Ketidak pahaman

Langit tidak tidur, bintang-bintang senang tertawa lebih keras dari dengkur bulan separuh.
Aku akan menceritakan padamu tentang kisah seorang yang memimpikan menjadi langit tapi selalu ingin mendengkur seperti bulan.
Mungkin itu akan membuatmu membuka jendela kamarmu yang rapuh.
Meneriaki bintang-bintang untuk sejenak berduka sebab mimpi tidak lagi riang. Dan tertawa sangat tidak sopan.
Apakah kau paham?
Semoga saja tidak.
Karena ini bukan pemahaman.
Kita sudah terlalu banyak memahami nama-nama.
Istirahatlah.
Kau bukan langit yang tidak tidur.

-nhnuy

Sabtu, 03 Juni 2017

Jika kau maka aku.

Barangkali, aku dan kau sepasang petualang yang hilang atau pulang. Sedang sama-sama mencari atau mencair.
Sedang sama-sama tersesat atau terikat.

Di suatu sore, dimana anak-anak kecil lebih riang dari suara mesin.
Kau dan aku akan duduk berdampingan, menertawakan diri sendiri.
Kemudian, kau dan aku lupa bagaimana cara kembali.
Lupa bagaimana cara membenci, lupa bagaimana cara mencaci, dan hingga lupa cara menjadi cara itu sendiri.
Semua hal datang menjadi diksi yang harus dilupakan atau diluapkan.

Kau dan aku takan berubah diksi menjadi kita.
Kita takan berubah diksi menjadi satu.
Dan satu takan berubah diksi menjadi kasih.

Aku terus berandai menjadi petualang yang mati ditempat kerja.
Sedang kau, terus bermimpi menjadi pekerja yang budiman.
Aku memeluk senja sebagai awal kemenangan.
Kau menuduh fajar sebagai kutukan.

Waktu dan semua hal yang mengatur kau dan aku, juga cerita fiksi yang meracuni atau mencanduimu adalah serentetan sebal yang aku sesalkan.

Di waktu nanti --ketika kau dan aku selesai menertawakan diri sendiri-- akan ku siapkan sela jemariku untuk menyambut rindumu yang berantakan, juga isi kepalamu yang masih risau dengan diksi yang aku rumuskan.

Jadilah kau, maka aku akan sangat aku.

Sabtu, 06 Mei 2017

Kaki-kaki yang tersesat

Ada yang tadinya berusaha pergi karena merasa tidak menemukan apa-apa. Jalanan menjadi sangat lengang untuk kaki-kaki para petualang, seorang penjelajah yang tahu kemana ia harus pulang, para pengelana yang memimpikan rumah, seorang yang tersia dan ingin mati di jalanan, juga aku dan semua jejak yang ingin aku tinggalkan.
Pengelana hanya tau kemana arah yang ia mau. Tujuan utamanya adalah tersesat.
Sama hal nya dengan aku. Hanya tau apa yang aku mau. Dan akhirnya tersesat. Sampai kau datang, memberi segelas air dan peta. Kemudian aku curigai dan aku pergi.
Pengelana dungu yang tersisa, ingin mati di jalanan.
Dengan sebuah keyakinan ....
Pulang...

-nhnuy