Label

Rabu, 08 Maret 2017

Menjadi serat-serat

aku ingin menjadi penutup kepala yang menutupi malu mu. Rambutmu tak cukup bagus untuk dilihat banyak orang, katamu. Bagiku, semua yang ada padamu adalah hal tanpa cela.

Aku ingin menjadi serat-serat pakaianmu. Dekat dan erat pada pori-porimu.
Melekat pada keringatmu yang belum pernah tersentuh parfum.
Menutupi tubuhmu yang pernah disekap aku.
kuyup dan dingin bersamamu ketika air menjatuhkan diri dari langit yang tak pernah jadi biru sebelum benar-benar melepasnya membasahi bumi.
Aku menyediakan hangat. Melekat sebagai serat, menjagamu dari angin yang jalang.Tak berjarak, kau dekap aku erat-erat hingga lekat.

Aku ingin menjadi segala yang kau butuh.


- Nhnuy 

Tegal 9 Maret 2017


Kamis, 02 Maret 2017

Menjadi sebab yang tidak disebabkan.

Setiap yang jatuh cinta padamu akan menjadi jahat.
Mereka menipu
Bertopeng
Mereka menghalalkan air mata orang lain.

Setiap yang rindu padamu akan mati sia-sia.
Dipecundangi egonya sendiri

Kau candu. Dan mereka belum punya penawarnya.

Semua orang yang jatuh cinta padamu akan menjadi jahat.
Karena Aku.

Rabu, 01 Maret 2017

Mati sekali lagi

Aku ingin menjadi bayangan dan menabrak diri sendiri
Berharap jatuh tepat diatas cermin yang tidak pernah kau gunakan sebagai matamu
Menyerahkan diri retak bersama waktu dan apapun yang menjadi pengabaianmu. Dengan begitu kau menang dan aku mati sekali lagi

Gigil yang kemarin mampir adalah musim abadi yang tidak pernah kenal salam perpisahan
Ia masuk membawa rindu yang jalang, dan menghukum remaja bedebah dalam diriku

Aku tak mampu menjangkau diri sendiri, sedang kau lewat lebih cepat dari hari libur
Butuh lebih banyak luka-luka atau pribadi yang bunuh diri hanya untuk menggapaimu.

-nhnuy

Sabtu, 17 Desember 2016

Melihat kita.

           
Gambar terkait


  Ada seorang petualang dalam dirimu yang sedang terperangkap dan tersesat. Ada seorang penjelajah yang kau sulap dan kau paksa menjadi juru masak untuk melayani laparmu. mereka mati sia-sia tepat di batas antara ketakutanmu dan kemungkinan.
kita hidup pada ruang-ruang penuh kabel, energi yang menjadi populer tiap harinya dan eksistensi sebagai hal wajib. kenyataan menjadi digital dan digital adalah kenyataan. Digital dan kau adalah saudara kembar yang dilahirkan tidak identik. 
           Kau tau bahwa aku tau kau sedang gusar. Aku tau, namun belum paham. Pemahamanku mentok dan tersandung lakumu yang dingin sedingin digital.
semua orang ingin dikenal tapi tak suka bertemu. Hidup jadi semakin cepat secepat kau mengunggah cerita hidupmu yang sebenarnya tidak menarik. Aku adalah penonton setiamu. Cukup setia untuk sesuatu yang tidak menarik. 
          Caramu sering curang, kau mengambil sepotong gambar dari hidupmu yang biasa saja kemudian mantra dan kata merubah orang-orang jadi hilang kesadarannya. Contohnya seperti pada kesadaranku. Kesadaran entah sembunyi dimana. Aku sudah tidak bisa melihat kesadaran orang-orang kecuali pada tulisan para Penyair yang masih peduli isi kepala orang lain.
          Mari, ku ajak kau ke meja kerjaku! Kau harus lihat daftar nama orang-orang yang berpura-pura di hari ini dan hari-hari sebelumnya. Sekalian juga, aku mau menitipkan potongan-potongan pikiran tentang mereka yang aku jumpai di sore tadi. 
          Aku melihat ada yang punya kegelisahan tentang waktu, namun yang aku pikirkan adalah jam pasir dan usiamu. Semua orang akan gelisah pada waktu, kecuali aku saat kau ada.
          Ada yang gelisah dengan duka dan kehilangan. Manusia tidak diprogram untuk tertawa kan? jadi wajar saja. Semua orang punya rahasia di balik air mata, yang menjadi beda adalah caramu menyembunyikannya.
          Aku juga melihat seorang anak kebingungan memilih sesuatu. ada dua eskrim di tangan kanan dan kirinya. Dia bingung mau memakan es yang mana. Kesukaannya dia belum tau. Sedangkan, anak lain tidak peduli. Aku bisikan "makan dua duanya". Kau harus lihat, anak itu masih kebingungan hingga es nya cair dan dia tidak memakan apa-apa.
          Di catatan ku tadi sore, ku jumpai diksi aneh. Aku curiga itu bukan tulisanku. Baunya seperti kenangan yang dicelukan ke tinta amis hasil dari kepanikan cumi-cumi. Tapi aku masih tidak begitu peduli selama dicatatanku masih ada kau dan sedikit potongan-potongan kita. 




Jumat, 15 Juli 2016

sedikit tafsir tentang naskah Perempuan Obrak Abrik

Perempuan Obrak-Abrik
Rian Harahap

Tafsir oleh Nurul Hikmah
            Naskah perempuan obrak-abrik sedikit banyak menggambarkan tentang kegelisahan perempuan. Kaum perempuan yang merasa terbatasi oleh norma serta pandangan umum yang menempatkan perempuan pada posisi nomor dua setelah kaum laki-laki. Banyak kalangan yang mendiskreditkan perempuan. Naskah karya Rian Harahap ini mencoba mengangkat sebuah realita sosial dari sudut pandang perempuan yang merasa dunia menganggap bahwa perempuan adalah kaum yang lemah, tidak memiliki kebebasan yang hakiki, menjadi “alat” kesenangan bagi kaum laki-laki, Perempuan ditindas secara fisik maupun psikis. Sehingga, umpan baliknya adalah kebencian yang mengendap dan dilampiaskan dengan pemberontakan terhadap kaum laki-laki untuk membuktikan kepada dunia bahwa perempuan bisa sama derajatnya dengan laki-laki. Kebencian yang mengendap juga menjadikan kaum perempuan melupakan fungsi laki-laki, yang harusnya perempuan dan laki-laki harus sama-sama saling menjaga dan bekerjasama untuk menjalani kehidupan di dunia.
            Jika ditarik pada realitas sekarang ini, Naskah perempuan obrak-abrik sangat relefan dengan wajah perempuan sekarang ini. Jika kita lihat dari literasi sejarah  Setelah era R.A Kartini yang memproklamirkan emansipasi wanita, perempuan menjadi hampir sederajat dengan laki-laki dari waktu ke waktu. Pada akhirnya Perempuan pada masa sekarang ini sangat mendewakan kata “emansipasi wanita”. Dahulu Perempuan kerap dianggap sebagai kaum yang lemah secara fisik maupun mental, sehingga sering tidak mendapatkan kepercayaan untuk memimpin. Namun, pada era globalisasi ini, peran perempuan sangat mendominasi di setiap bidang. Kita sudah tidak asing lagi melihat perempuan yang memimpin seperti contoh yang umum, Ibu Megawati Soekarno Putri yang menjadi Presiden ke-5 Republik Indonesia.
Hal-hal tersebut merupakan pemberontakan terhadap kaum laki-laki dan dunia, namun tanpa disadari, sebenarnya perempuan terjebak pada emansipasi yang mereka buat sendiri. Ketika perempuan menjadi sangat mendominasi, maka peran laki-laki menjadi tergeser dan kehilangan fungsinya. Contoh sederhananya seperti ibu rumah tangga yang bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga sementara laki-laki mengurusi rumah dan anak-anak. Perempuan masih gagap mengartikan kata emansipasi wanita, sehingga banyak hal-hal yang malah menjadi tanda tanya besar untuk diri mereka sendiri.
Ini yang coba disampaikan Rian Harahap dalam naskah Perempuan Obrak-Abrik. Perempuan ada pada posisi yang serba salah jika tanpa pemikiran dan pertimbangan yang bijak.  


Nb:

Tulisan ini saya buat sebagai tafsir pikiran pertama sebelum pementasan Monolog “Perempuan Ngobrak Abrik” yang disutradarai oleh Dediesputra Siregar. Tulisan ini merupakan salah satu bentuk studi Teater yang dilakukan bersama Komunitas Matahari Hujan.